Aku telah meracuni otak
Dengan fitnah yang memperkeruh pikiran
Mematikan rasa mengenal cinta
Dan telah membutakan mata hati
Aku menyuntikkan racun dalam otak
Membiarkan cairan untuk membekukan jiwa
Melambatkan darah ke seluruh sendi nadi
Dan perlahan aku mati
Lalu sekilat cahaya menyilaukan
Menusuk indera rasa dan membangunkanku
Sekejap aku melihatmu melintas di hadapanku
Dengan senyum lukamu
Aku meninggalkanmu, Cinta
Aku telah meracuni otak
Agar aku mati dari rasa sakit yang menyiksa
Dan membiarkan perlahan jiwaku larut dengan semesta
Hingga lara itu pergi
Kamu datang, membangunkanku
Membisikkan kata kamu masih membutuhkanku
Menyelipkan sekuntum mawar merah di tanganku
“Happy Valentine”, katamu
Aku menggenggam sekuntum mawar merah
Mawar merah Valentine, mungkin maksudmu
Aku menggenggamnya tepat pada tangkainya
Yang berduri dan melukai jemariku
Tak lagi kurasakan perih itu
Hanya merah darah yang membasuh seluruh jantungku
Degup yang berhenti, nafas terhenti
Aku telah mati
Sampai kapan racun ini enyah dari otakku ???
Hanya kamu yang tahu.
