Racun Otak

February 14, 2010

Aku telah meracuni otak
Dengan fitnah yang memperkeruh pikiran
Mematikan rasa mengenal cinta
Dan telah membutakan mata hati
Aku menyuntikkan racun dalam otak
Membiarkan cairan untuk membekukan jiwa
Melambatkan darah ke seluruh sendi nadi
Dan perlahan aku mati
Lalu sekilat cahaya menyilaukan
Menusuk indera rasa dan membangunkanku
Sekejap aku melihatmu melintas di hadapanku
Dengan senyum lukamu
Aku meninggalkanmu, Cinta

Read the full article →

Brux, Malam itu …

February 13, 2010

Perempuan itu duduk resah di hadapan sang lelaki. Senyumnya berusaha disunggingkan sewajar mungkin. Tapi aku bisa menangkap kegelisahan yang bergejolak dalam hatinya. Mungkin disebabkan sang lelaki, atau ada yang tengah mengganggu dalam benaknya.
Aku memperhatikan sambil lalu.
“Kamu menikmati malam ini, Sheil?” tanya sang lelaki. Perempuan yang dipanggil Sheil itu mengangguk dan menambah senyumnya sedikit lebih lebar. [...]

Read the full article →

Sengat Aku, Lebah Kecilku

February 13, 2010

Lebah kecil itu menari mengikuti alunan musik
Mungkin dia tak mengerti tapi dia mengikuti kata hati
Berlenggok dan menukik di antara bunga warna warni
Dengan sayap mungil yang membawanya terbang tinggi
Sapa aku, Lebah Kecilku !
Suaramu yang ceria mengalahkan sinar mentari pagi
Matamu yang bening dan tatapanmu yang jenaka
Telah mematahkan banyak hati

Sengat aku, Lebah Kecilku !
Dengan candamu yang menarik hati
Katakan [...]

Read the full article →

A Simple Happiness

February 8, 2010

Adalah sebuah kebahagiaan kecil.
Mengetahui bahwa ada seseorang yang memperhatikanmu. Ada seseorang yang mencintaimu walau dia tak selalu hadir secara nyata dalam hidupmu. Cukup dengan lantunan doa yang dia ucapkan pelan-pelan dalam sela waktunya saat menghadap pada Yang Kuasa.
Malam belum terlalu kelam. Bulan baru saja merambat perlahan menggantikan teriknya sang mentari yang gahar menyeringai sepanjang hari [...]

Read the full article →

Duniaku Sunyi

January 28, 2010

Aku sadar mereka memandangku dengan tatapan aneh. Mereka menyebutku : ANEH. Aku merasa tak ada yang aneh dengan diriku. Aku hanya … berbeda! Aku menyebutnya, … ISTIMEWA !!!
PADA SEBUAH PAGI. Aku masih ingat pagi itu, hari Rabu di bulan September. Pagi ini berbeda dari pagi pagi sebelum pagi ini. Bukan saja karena Bunda tidak pergi [...]

Read the full article →