kemana angin akan berhembus
membawa awan mendung
tersenyum malam berurai melukiskan
hati yang tlah tersentuh (*)
berdua kita duduk di beranda
tepi hati yang tak kunjung menyatu
kau titipkan senyum yang ku simpan
sebagai anak rindu yang kupeluk dalam
rembulan perak bergulir
berganti sang pemilik fajar yang tersenyum garang
masih terduduk ku disini di beranda tepi hati
menikmati aura pesona mu yang membiusku
@gsr, dini hari … empat laris pertama (*) adalah sentuhan romantis octa, aku pinjam ya, kak !!! hehehe …
pernah dimuat di sini
