<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>serpih serpih serpih serpih &#187; Poems</title>
	<atom:link href="http://serpih.com/category/poems/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://serpih.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Mar 2010 09:43:59 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Racun Otak</title>
		<link>http://serpih.com/racun-otak/</link>
		<comments>http://serpih.com/racun-otak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 02:21:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poems]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta Yang Patah]]></category>
		<category><![CDATA[Love Fool]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serpih.com/?p=368</guid>
		<description><![CDATA[Aku telah meracuni otak
Dengan fitnah yang memperkeruh pikiran
Mematikan rasa mengenal cinta
Dan telah membutakan mata hati
Aku menyuntikkan racun dalam otak
Membiarkan cairan untuk membekukan jiwa
Melambatkan darah ke seluruh sendi nadi
Dan perlahan aku mati 
Lalu sekilat cahaya menyilaukan
Menusuk indera rasa dan membangunkanku
Sekejap aku melihatmu melintas di hadapanku
Dengan senyum lukamu
Aku meninggalkanmu, Cinta
Aku telah meracuni otak
Agar aku mati dari rasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><span style="color: #993300;">Aku telah meracuni otak<br />
Dengan fitnah yang memperkeruh pikiran<br />
Mematikan rasa mengenal cinta<br />
Dan telah membutakan mata hati</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Aku menyuntikkan racun dalam otak<br />
Membiarkan cairan untuk membekukan jiwa<br />
Melambatkan darah ke seluruh sendi nadi<br />
Dan perlahan aku mati </span></p>
<p><span style="color: #993300;">Lalu sekilat cahaya menyilaukan<br />
Menusuk indera rasa dan membangunkanku<br />
Sekejap aku melihatmu melintas di hadapanku<br />
Dengan senyum lukamu</span></p>
<p><strong><span style="color: #993300;">Aku meninggalkanmu, Cinta<span id="more-368"></span></span></strong></p>
<p><span style="color: #993300;">Aku telah meracuni otak<br />
Agar aku mati dari rasa sakit yang menyiksa<br />
Dan membiarkan perlahan jiwaku larut dengan semesta<br />
Hingga lara itu pergi </span></p>
<p><span style="color: #993300;">Kamu datang, membangunkanku<br />
Membisikkan kata kamu masih membutuhkanku<br />
Menyelipkan sekuntum mawar merah di tanganku<br />
&#8220;Happy Valentine&#8221;, katamu</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Aku menggenggam sekuntum mawar merah<br />
Mawar merah Valentine, mungkin maksudmu<br />
Aku menggenggamnya tepat pada tangkainya<br />
Yang berduri dan melukai jemariku</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Tak lagi kurasakan perih itu<br />
Hanya merah darah yang membasuh seluruh jantungku<br />
Degup yang berhenti, nafas terhenti<br />
Aku telah mati</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Sampai kapan racun ini enyah dari otakku ???</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Hanya kamu yang tahu.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serpih.com/racun-otak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sengat Aku, Lebah Kecilku</title>
		<link>http://serpih.com/sengat-aku-lebah-kecilku/</link>
		<comments>http://serpih.com/sengat-aku-lebah-kecilku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 17:58:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poems]]></category>
		<category><![CDATA[Lebah Kecil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serpih.com/?p=355</guid>
		<description><![CDATA[
Lebah kecil itu menari mengikuti alunan musik
Mungkin dia tak mengerti tapi dia mengikuti kata hati
Berlenggok dan menukik di antara bunga warna warni
Dengan sayap mungil yang membawanya terbang tinggi
Sapa aku, Lebah Kecilku !
Suaramu yang ceria mengalahkan sinar mentari pagi
Matamu yang bening dan tatapanmu yang jenaka
Telah mematahkan banyak hati

Sengat aku, Lebah Kecilku !
Dengan candamu yang menarik hati
Katakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p style="text-align: center;"><span style="color: #993300;"><img class="aligncenter size-full wp-image-358" title="TIRZA" src="http://serpih.com/serpih/wp-content/uploads/2010/02/TIRZA.jpg" alt="TIRZA" width="115" height="238" /></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #993300;">Lebah kecil itu menari mengikuti alunan musik<br />
Mungkin dia tak mengerti tapi dia mengikuti kata hati<br />
Berlenggok dan menukik di antara bunga warna warni<br />
Dengan sayap mungil yang membawanya terbang tinggi</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #993300;">Sapa aku, Lebah Kecilku !<br />
Suaramu yang ceria mengalahkan sinar mentari pagi<br />
Matamu yang bening dan tatapanmu yang jenaka<br />
Telah mematahkan banyak hati</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #993300;"><img class="aligncenter size-full wp-image-356" title="tirza 2" src="http://serpih.com/serpih/wp-content/uploads/2010/02/tirza-2.jpg" alt="tirza 2" width="125" height="234" /></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #993300;">Sengat aku, Lebah Kecilku !<br />
Dengan candamu yang menarik hati<br />
Katakan kamu rindukan aku, Lebah Kecilku !<br />
Dan nantikan aku dengan peluk cintaku</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #993300;">Menarilah, Lebah Kecilku !<br />
Sambut mentari dengan kaki-kaki mungilmu<br />
Berlenggoklah mengikuti alunan musik, Lebah Kecilku !<br />
Sengat aku dengan tarian elokmu.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #993300;">Aku kangen kamu, Lebah Kecilku &#8230;</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #993300;"><img title="tircha" src="../wp-content/uploads/2010/02/tircha.jpg" alt="tircha" width="333" height="250" /></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serpih.com/sengat-aku-lebah-kecilku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kurindu Hari Kemarin</title>
		<link>http://serpih.com/kurindu-hari-kemarin/</link>
		<comments>http://serpih.com/kurindu-hari-kemarin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 09:31:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poems]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serpih.com/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[Senja baru saja luruh
Meninggalkan lembayung nila jatuh
Satu persatu harmoni indah menyentuh
Ku lihat kau berdiri di tepi
Melihat ku berdiri di sini sendiri
Lalu ku bertanya, masihkah kau punya hati ?
Apa arti hari KEMARIN ?
Jujur kurindu tawa canda airmata
Segala diskusi cinta logika retorika
Sampai subuh tiba hanya ada kita berdua
Adakah arti hari KEMARIN ?


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p style="text-align: center;"><span style="color: #993300;">Senja baru saja luruh<br />
Meninggalkan lembayung nila jatuh<br />
Satu persatu harmoni indah menyentuh</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #993300;">Ku lihat kau berdiri di tepi<br />
Melihat ku berdiri di sini sendiri<br />
Lalu ku bertanya, masihkah kau punya hati ?</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #993300;">Apa arti hari KEMARIN ?</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #993300;">Jujur kurindu tawa canda airmata<br />
Segala diskusi cinta logika retorika<br />
Sampai subuh tiba hanya ada kita berdua</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #993300;">Adakah arti hari KEMARIN ?</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #993300;"><img class="aligncenter size-full wp-image-334" title="senja-wailago" src="http://serpih.com/serpih/wp-content/uploads/2010/01/senja-wailago1.jpg" alt="senja-wailago" width="167" height="222" /><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serpih.com/kurindu-hari-kemarin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maaf, Aku Menolakmu, Cinta !</title>
		<link>http://serpih.com/maaf-aku-menolakmu-cinta/</link>
		<comments>http://serpih.com/maaf-aku-menolakmu-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 09:29:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poems]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serpih.com/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Kamu memang pernah sangat berarti
Kamu pernah mengisi hari
Seluruh duniaku berpusat pada segalanya tentangmu
Setiap hela nafasku ada desahmu
Setiap butir air mataku menceritakan tentang tawa dan sedihmu
Semua kini sudah berlalu
Maafku menolakmu, Cinta
Aku telah memiliki cinta baru
Cinta yang baginya akulah yang mengisi hari
Desah nafas dan bulir air mataku adalah putaran roda dunianya
Aku adalah cintanya
Tawa kerling dan senyumku adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p style="text-align: center;"><span style="color: #993300;">Kamu memang pernah sangat berarti<br />
Kamu pernah mengisi hari<br />
Seluruh duniaku berpusat pada segalanya tentangmu<br />
Setiap hela nafasku ada desahmu<br />
Setiap butir air mataku menceritakan tentang tawa dan sedihmu<br />
Semua kini sudah berlalu<br />
Maafku menolakmu, Cinta<br />
Aku telah memiliki cinta baru<br />
Cinta yang baginya akulah yang mengisi hari<br />
Desah nafas dan bulir air mataku adalah putaran roda dunianya<br />
Aku adalah cintanya<br />
Tawa kerling dan senyumku adalah miliknya<br />
Maafku menolakmu, Cinta</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #993300;"><img class="aligncenter size-full wp-image-338" title="love_heart1" src="http://serpih.com/serpih/wp-content/uploads/2010/01/love_heart1.jpg" alt="love_heart1" width="222" height="219" /><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serpih.com/maaf-aku-menolakmu-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batang Buluh Yang Ditegakkan</title>
		<link>http://serpih.com/batang-buluh-yang-ditegakkan/</link>
		<comments>http://serpih.com/batang-buluh-yang-ditegakkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 03:42:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poems]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serpih.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Aku terkulai,
batangku lunglai luluh merapuh
mencoba tegak aku tak mampu tetap luruh
berusaha untuk tak jatuh
Hari ini aku tak mampu terbang
manusia super pun akan tumbang
sekalipun ia sekuat kumbang
yang mengisap manis sari seribu kembang
Hanya ada satu kekuatan
yang membuatku masih mampu bertahan
aku bagai batang buluh yang ditegakkan
dalam DIA aku diselamatkan
Terima kasih, Tuhan.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><span style="color: #993300;">Aku terkulai,<br />
batangku lunglai luluh merapuh<br />
mencoba tegak aku tak mampu tetap luruh<br />
berusaha untuk tak jatuh</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Hari ini aku tak mampu terbang<br />
manusia super pun akan tumbang<br />
sekalipun ia sekuat kumbang<br />
yang mengisap manis sari seribu kembang</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Hanya ada satu kekuatan<br />
yang membuatku masih mampu bertahan<br />
aku bagai batang buluh yang ditegakkan<br />
dalam DIA aku diselamatkan</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Terima kasih, Tuhan.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serpih.com/batang-buluh-yang-ditegakkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masihkah ?</title>
		<link>http://serpih.com/masihkah/</link>
		<comments>http://serpih.com/masihkah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 03:36:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curcol]]></category>
		<category><![CDATA[Poems]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serpih.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[masihkah, kamu ingat pertama kali kita bertemu ?
di sebuah sudut di simpang lima, pagi itu
aku dengan wajah kuyu karena tak mampu memejamkan mata
menunggu waktu bertemu denganmu
tapi senyum lebar menghias di bibir
karena hari itu, tiba juga, akhirnya …
masihkah, kamu ingat pertama kali kita menyatu ?
kamu bertanya, “apakah kamu yakin?”
dan anggukan kepalaku kamu sambut dengan pelukan bertenaga
yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><span style="color: #993300;">masihkah, kamu ingat pertama kali kita bertemu ?<br />
di sebuah sudut di simpang lima, pagi itu<br />
aku dengan wajah kuyu karena tak mampu memejamkan mata<br />
menunggu waktu bertemu denganmu<br />
tapi senyum lebar menghias di bibir<br />
karena hari itu, tiba juga, akhirnya …</span></p>
<p><span style="color: #993300;">masihkah, kamu ingat pertama kali kita menyatu ?<br />
kamu bertanya, “apakah kamu yakin?”<br />
dan anggukan kepalaku kamu sambut dengan pelukan bertenaga<br />
yang membuatku merasa nyaman … sangat nyaman …</span></p>
<p><span style="color: #993300;">masihkah, kamu ingat pertengkaran pertama kita ?<span id="more-170"></span><br />
aku yang dengan egoku tak mengindahkan perasaanmu<br />
karena aku harus berbagi<br />
dan aku sadar kamu tak suka aku berbagi<br />
maafkan aku …</span></p>
<p><span style="color: #993300;">masihkah, kamu ingat pelukan hangat setelah pertengkaran kita<br />
moment yang sangat berharga dan tak mampu tergantikan oleh apapun<br />
malam malam menghitung waktu<br />
dan menyadari betapa sedikitnya waktu yang kita punya<br />
dan begitu banyaknya keinginan kita untuk bersama</span></p>
<p><span style="color: #993300;">masihkah, kamu ingat rumah impian kita<br />
setiap sudut yang kuidamkan tempat kamu dan si kecil berlarian<br />
setiap ruang yang kubayangkan tempat kamu memanjakan aku<br />
dan kegiatan yang kita jalani bersama, sungguh sebuah keindahan</span></p>
<p><span style="color: #993300;">masihkah, kamu ingat hari itu, delapan delapan dua ribu delapan<br />
angka yang cantik untuk diingat<br />
aku melihat betapa paniknya kamu melihat keadaanku<br />
sungguh, maafkan aku … tak ingin aku melibatkanmu terlalu dalam<br />
dengan permasalahan hidupku, tak ingin membuatmu sedih</span></p>
<p><span style="color: #993300;">masihkah, kamu ingat betapa kamu membuatku merasa nyaman<br />
dalam pelukan yang menenangkan<br />
dan bisikanmu, “semuanya akan baik baik saja, lu”<br />
kamu adalah kekuatanku, kamu adalah ketenanganku,<br />
aku mencintaimu</span></p>
<p><span style="color: #993300;">masihkah, kamu mencintaiku ?</span></p>
<p><span style="color: #993300;">masihkah, kamu ingat semua itu<br />
dan menyimpannya dalam ruang tersendiri dihatimu<br />
maafkan aku yang menorehkan luka terlalu dalam dihidupmu<br />
memporandakan rangkaian impian yang kamu susun<br />
maafkan aku yang menjadikanmu seseorang yang lain<br />
atas nama cinta</span></p>
<p><span style="color: #993300;">masihkah, kamu ingat kita memutuskan untuk menghentikan semua ini<br />
dan menorehkan malam-malam penuh air mata<br />
berusaha menerima keputusan terberat yang pernah kita buat<br />
karena kita menyadari masih ada cinta di hati, saat itu<br />
entah dengan kamu saat ini</span></p>
<p><span style="color: #993300;">aku masih menyimpan RASA … dari sisa cerita kita …</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serpih.com/masihkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Letih</title>
		<link>http://serpih.com/letih/</link>
		<comments>http://serpih.com/letih/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 02:25:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poems]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serpih.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[Lelah telah memasung rasaku
Resah tertambat pada labirin tak tentu
Jiwa nelangsa mengembara
Mencari dalam rimba entah dimana
Dirimu bagai bintang di langit kelam
Namun hanya bersinar kala temaram
Kilaumu tak bercahaya
Hadirmu tak mengikis gulana
Engkau adalah presensi antara ada dan tiada
Melepas bebas raga terbius asmara
Renggut saja tubuhnya lalu hempaskan
Agar mati dan berhenti nafas ini,
&#8230; lalu siuman !!!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><span style="color: #993300;">Lelah telah memasung rasaku<br />
Resah tertambat pada labirin tak tentu<br />
Jiwa nelangsa mengembara<br />
Mencari dalam rimba entah dimana</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Dirimu bagai bintang di langit kelam<br />
Namun hanya bersinar kala temaram<br />
Kilaumu tak bercahaya<br />
Hadirmu tak mengikis gulana</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Engkau adalah presensi antara ada dan tiada<br />
Melepas bebas raga terbius asmara<br />
Renggut saja tubuhnya lalu hempaskan<br />
Agar mati dan berhenti nafas ini,<br />
&#8230; lalu siuman !!!</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serpih.com/letih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hurt</title>
		<link>http://serpih.com/hurt/</link>
		<comments>http://serpih.com/hurt/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 23:04:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poems]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serpih.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Detik bedetak letih melantak
Kamu dan aku melebur dalam ambigu tak berjarak
Dimana desah sendumu tak lagi melagu
Mati pula tawaku, tak lagi merayu
Pecahkan saja matahari senja
Agar cahayanya tak meletik hingga senja
Karena lembayung telah beranjak tua
Dan menyiksa segala lelah gulana
Coba pekik rancak tarian surga
Segala raga jiwa yang terpenjara luka
Nyanyikan tangis canda
Karena nestapa yang merdeka
Jerat telah melekat
Dan menenggelamkan lamunan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><span style="color: #993300;"><img class="alignleft size-full wp-image-220" title="hurt" src="http://serpih.com/serpih/wp-content/uploads/2010/01/hurt.jpg" alt="hurt" width="222" height="167" />Detik bedetak letih melantak<br />
Kamu dan aku melebur dalam ambigu tak berjarak<br />
Dimana desah sendumu tak lagi melagu<br />
Mati pula tawaku, tak lagi merayu</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Pecahkan saja matahari senja<br />
Agar cahayanya tak meletik hingga senja<br />
Karena lembayung telah beranjak tua<br />
Dan menyiksa segala lelah gulana<br />
Coba pekik rancak tarian surga<br />
Segala raga jiwa yang terpenjara luka</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Nyanyikan tangis canda<br />
Karena nestapa yang merdeka<br />
Jerat telah melekat<br />
Dan menenggelamkan lamunan pekat</span></p>
<p><span style="color: #993300;">&gt;&gt;my tormented heart, &#8230;</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serpih.com/hurt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Retak</title>
		<link>http://serpih.com/retak/</link>
		<comments>http://serpih.com/retak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 22:22:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poems]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serpih.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Sinar matamu adalah jendela jiwa
yang memenjara nurani kata
Jiwamu adalah mulut yang bungkam
yang kuharap terbuka untuk ceritakan
&#8230; &#8230; seribu makian !!!
Mengapa kau terdiam
bila jemarimu mampu menggenggam
Matamu terpejam
ketika kakimu mampu menendang
Untuk apa bisu
bila kau mampu bunuh ragaku
Aku terpasung dalam ketakberdayaan
Mengembara tak tahu arah kemana
Sementara ragaku tegak pada matahari
Tapi jiwa ini beku tak bercahaya, sepi &#8230;
Mengapa tak segera [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><span style="color: #993300;">Sinar matamu adalah jendela jiwa<br />
yang memenjara nurani kata<br />
Jiwamu adalah mulut yang bungkam<br />
yang kuharap terbuka untuk ceritakan<br />
&#8230; &#8230; seribu makian !!!<br />
Mengapa kau terdiam<br />
bila jemarimu mampu menggenggam<br />
Matamu terpejam<br />
ketika kakimu mampu menendang<br />
Untuk apa bisu<br />
bila kau mampu bunuh ragaku</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Aku terpasung dalam ketakberdayaan<br />
Mengembara tak tahu arah kemana<br />
Sementara ragaku tegak pada matahari<br />
Tapi jiwa ini beku tak bercahaya, sepi &#8230;<br />
Mengapa tak segera kau rampas<br />
Atau diriku kau campakkah, bias &#8230;</span></p>
<p><span style="color: #993300;">@ GSR, rindu ini membunuhku &#8230;</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serpih.com/retak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kehilangan</title>
		<link>http://serpih.com/kehilangan/</link>
		<comments>http://serpih.com/kehilangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 03:10:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poems]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serpih.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Apa arti kehilangan
Bila aku masih disini, duduk di beranda menantimu
Menggenggam secangkir teh panas
Yang biasa kau tawarkan padaku
Apa arti kehilangan
Bila kau berani jujur pada hatimu
Bahwa kau masih membutuhkanku
Setidaknya sekedar membuatmu tersenyum
Apa arti kehilangan
Bila sejatinya kita masih ada di sini
Namun hati kita tertutup untuk tak saling melengkapi
Lalu mengapa kau bohongi dirimu sendiri ?
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><span style="color: #993300;"><img class="aligncenter size-full wp-image-165" title="KEHILANGAN" src="http://serpih.com/serpih/wp-content/uploads/2010/01/KEHILANGAN.jpg" alt="KEHILANGAN" width="162" height="214" />Apa arti kehilangan<br />
Bila aku masih disini, duduk di beranda menantimu<br />
Menggenggam secangkir teh panas<br />
Yang biasa kau tawarkan padaku</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Apa arti kehilangan<br />
Bila kau berani jujur pada hatimu<br />
Bahwa kau masih membutuhkanku<br />
Setidaknya sekedar membuatmu tersenyum</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Apa arti kehilangan<br />
Bila sejatinya kita masih ada di sini<br />
Namun hati kita tertutup untuk tak saling melengkapi<br />
Lalu mengapa kau bohongi dirimu sendiri ?</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serpih.com/kehilangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://stats.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://stats.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->

