A Simple Happiness

by lusia on February 8, 2010

Adalah sebuah kebahagiaan kecil.

Mengetahui bahwa ada seseorang yang memperhatikanmu. Ada seseorang yang mencintaimu walau dia tak selalu hadir secara nyata dalam hidupmu. Cukup dengan lantunan doa yang dia ucapkan pelan-pelan dalam sela waktunya saat menghadap pada Yang Kuasa.

valdayMalam belum terlalu kelam. Bulan baru saja merambat perlahan menggantikan teriknya sang mentari yang gahar menyeringai sepanjang hari ini. Aku tergesa meninggalkan kota kecilku tempat aku terbiasa menghabiskan waktu akhir mingguku menuju kota tempat aku bekerja sepanjang lima hari yang sering membosankan.

Bosan karena aktivitas yang sepertinya begitu saja berlalu tanpa kesan.

Kota ini pernah begitu bermakna. Kota ini pernah begitu berkesan dengan ukiran tawa dan air mata. Ah. Menuruni lembah Jalan Setiabudi selalu mengingatkanku akanmu. Impian kita untuk sekedar duduk dan menikmati kerlip lampu kota sepanjang malam hingga pagi menjelang tak juga mampu kita wujudkan. Sebelum waktu itu tiba, kamu sudah pergi. Mengejar mimpi yang lain. Mimpi yang tak ada aku didalamnya.

Mengukur sepanjang jalan Ahmad Yani juga selalu ada kamu. Disanalah kita pertama kali bertemu. Pertemuan sederhana yang tak terlalu berkesan. Siapa sangka kita jadi begitu dalam? Tanpa senyum dan sapa di awal perjumpaan. Tapi kemudian kita begitu tak terpisahkan.

Rasa sakit dan nyeri kadang masih saja terasa bila ingat kamu. Terlalu cepat cerita yang kita rajut berlalu. Cerita yang tak berpangkal tapi kita tahu dimana ujung dari semua simpul rumit yang berakhir dengan kata : perpisahan. Kita terlalu berani menantang jarak. Bermain sembunyi dari sang waktu yang sepertinya rela membiarkan kita mencuri kuasa untuk sekedar kita bersama.

Sudut-sudut kota yang mengukir prasasti akan hadirmu. Yang berbulan-bulan lamanya waktu yang kubutuhkan untuk menyadarkan bahwa kamu sudah tidak ada disana. Meninggalkan aku dengan mimpi-mimpimu, yang tidak ada aku. Kamu selalu bilang : selalu sulit membuat langkah pertama, tapi ketika kamu mampu melakukannya, kamu akan mampu membuat langkah kedua, lalu kamu tegak berdiri dan kemudian dapat berlari. Begitu juga dengan yang akan kamu lakukan dengan perpisahan kita. Yang kamu butuhkan hanyalah sebuah langkah kecil untuk kemudian kita melanjutkan hidup kita masing-masing.

Ya. Hidupku. Tanpa ada kamu.

Bertahun aku butuhkan waktu untuk menyadarkan diri bahwa sudah tidak ada kamu dihidupku. Aku tahu masih selalu ada kamu di sana, memperhatikanku tapi aku menolaknya. Aku selalu berpura-pura tidak ada kamu. Terlalu menyakitkan membiarkan kamu tetap ada. Dengan membiarkanmu tetap ada dalam hidupku tak akan pernah membantu aku membuat langkah pertama. Tapi aku juga masih inginkan kamu. Masihkah bisa kita mencuri dari sang waktu, untuk kita sekedar bisa bersama. Dalam angan? Ah. Ketika kemudian aku kini mampu berlari, aku masih melihat kamu disana. Dengan mimpi-mimpimu yang berhasil diwujudkan, tanpa ada aku.

Kadang aku ingin menyombongkan diri, menunjukkan kemampuanku bahwa aku bisa berlari cepat, berdiri tegak. Dan mengalahkan ego ku bahwa kamu sungguh telah pergi dari hidupku. Aku ingin kamu terluka dengan menunjukkan bahwa aku bisa melanjutkan hidupku dan menggapai mimpiku tanpa kamu. TANPA KAMU.

Tapi kamu tetap disana. Memperhatikan aku. Mencintai aku. Mendoakan aku. Dengan caramu.

Malam ini, ditengah heningnya malam, aku membayangkan kita duduk berdua di beranda. Segelas teh panas dalam genggaman. Sambil bercerita bahwa kita masih saling sayang. Dan menyadari bahwa kita tak akan pernah bisa mencuri dari sang waktu dan mengalahkan sang jarak.

Aku dan kamu, masih kah ada KITA ?

Aku tak perlu jawaban. Cukup dengan tahu bahwa kamu masih selalu ada untuk aku. Sebuah kebahagiaan kecil, mengetahui bahwa kamu masih memperhatikanku, kamu masih mencintaiku walau tak selalu hadir secara nyata dalam hidupku, dan selalu mendoakan aku dalam waktu-waktu pribadimu dengan Sang Pemilik Hidup.

Terima kasih telah mencintaiku, dengan caramu.

HAPPY VALENTINE, sahabat !!!

happy valday

surat cinta>>> postingan ini saya dedikasikan untuk sahabat yang memberi kebahagiaan kecil malam ini, dan untuk dua sahabat saya yang cantik, yang dengan ide2 usilnya membuat kontes surat cinta. kajol, idana, aku ga tau apakah cerita singkat ini bisa dikategorikan surat cinta atau tidak, dan apakah layak diikutkan dalam kontes kalian, hehehe … SALAM CINTA buat JELITA !!!

{ 10 comments… read them below or add one }

jumialely February 8, 2010 at 8:28 am

Biarkan cinta itu diekspresikan dengan cara nya sendiri. tak perlu memaksakan dengan cara kita. dan pasti cinta itu menjadi cinta yang indah

idana February 8, 2010 at 9:56 am

terima kasih yang banyak…banyak..banyak…yaa karena udah mau menyempatkan diri untuk ikutan acara usil ini hehehe ( ada unsur pemaksaan juga gak ne ?? )
:D

queen February 8, 2010 at 5:44 pm

time will recover all mbak

makasi sudah berkunkung ke blog ku, makasi juga nasehat nya

HUGS

kajol February 8, 2010 at 9:04 pm

mencintai tak harus memiliki
itulah cinta yang sebenarnya

depz February 9, 2010 at 5:58 pm

mau blg “so sweet” tp kayaknya pasaran bgt ah
apa ya?

hmm….

“manis” aja deh
:)

fauzan February 10, 2010 at 8:30 pm

Wahhhh…saingan berat nih dilomba.hehehe

salam kenal yaa… :D

Yessi February 12, 2010 at 5:50 pm

yaaa…kalo blom ada cerpen baru lagi, Day?
dah berapa kali mampir sini cerpennya masih yang ini :(

ravimalekinth February 13, 2010 at 1:01 am

Heppy Valerint Day :D

lusia February 13, 2010 at 1:04 am

>> yessi : sudah ada tuh, puisi untuk lebah kecilku …

thank you untuk selalu support terus menulis. keep on writing, darl, keep on blogging !!!

lusia February 13, 2010 at 1:05 am

>> mikha : wkwkwkwwk … bagus juga ya happy valerint day *dongdong*

Leave a Comment

Previous post: Duniaku Sunyi

Next post: Sengat Aku, Lebah Kecilku